Generate a printable budget sheet with income, expense, and balance columns. Free PDF download.
Lembar anggaran cetak adalah alat sederhana namun efektif untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran secara manual. Penelitian psikologi keuangan menunjukkan bahwa menulis transaksi dengan tangan meningkatkan kesadaran belanja karena setiap pengeluaran diproses secara aktif, bukan hanya terekam otomatis. Lembar ini memiliki kolom tanggal, deskripsi, pemasukan, pengeluaran, dan saldo berjalan, dengan jumlah baris yang dapat disesuaikan.
Pilih jumlah baris: 20 baris cukup untuk pencatatan mingguan, 40 baris untuk satu bulan dengan intensitas transaksi sedang, 60 baris untuk pencatatan sangat detail atau bisnis kecil. Pilih ukuran kertas sesuai sistem arsip Anda: A4 untuk folder Eropa, Letter untuk binder AS. Cetak dua sisi (dupleks) untuk menghemat kertas. Satu lembar per kategori pengeluaran (misalnya belanja dapur, transportasi, hiburan) memudahkan analisis akhir bulan.
Tentukan jumlah baris berdasarkan berapa banyak transaksi yang Anda catat per periode. 20 baris menangani anggaran pribadi mingguan dengan beberapa entri per hari, 40 baris pas untuk anggaran rumah tangga bulanan pada umumnya, dan 60 baris mencakup kategori bervolume tinggi seperti belanja kebutuhan dapur, di mana banyak struk kecil menumpuk sepanjang bulan.
Setiap lembar memiliki baris header berlabel Tanggal, Deskripsi, Pemasukan, Pengeluaran, dan Saldo, diikuti baris data kosong. Anda mencatat satu transaksi per baris, lalu memperbarui kolom Saldo sebagai total berjalan — menambahkan pemasukan dan mengurangi pengeluaran dari saldo baris sebelumnya.
Pilih A4 (210×297mm) di luar Amerika Utara atau Letter (215,9×279,4mm) di AS dan Kanada. Untuk 60 baris dalam satu lembar, gunakan Letter orientasi lanskap agar setiap baris tetap cukup tinggi untuk menulis deskripsi dan nominal dengan nyaman tanpa berdesakan.
Bisa. Cetak satu lembar 40 baris untuk tiap kategori pengeluaran — belanja dapur, bahan bakar, makan di luar, hiburan — lalu selipkan masing-masing ke dalam amplop tunai berlabelnya. Catat setiap penarikan dari amplop itu di lembarnya, lalu jumlahkan kolom Pengeluaran di akhir bulan untuk melihat persis di mana terjadi pemborosan.
Isi kolom Saldo tepat setelah setiap entri, bukan di akhir bulan. Ambil saldo baris sebelumnya, tambahkan apa pun yang ada di kolom Pemasukan, kurangi apa pun di kolom Pengeluaran, lalu tulis hasilnya. Dengan cara ini, angka di baris paling bawah selalu menunjukkan posisi keuangan terkini Anda tanpa perlu menghitung ulang dari awal.